Postingan

Menampilkan postingan dengan label Akulturasi Bahasa

Tajemtra

Gambar
Tajemtra  pemberangkatan peserta tajemtra Tajemtra (Tanggul Jember Tradisional) adalah kegiatan rutin setiap tahunnya yang di selenggarakan oleh pemerintah Jember. Tajemtra selain sudah menjadi budaya di Jember, hadiahyang diberikan oleh panitiapun tidak kecil, hadiah yang diperebutkan sebesar 100juta dan piala Mahmudi Cup. Mahmudi adalah nama seorang peserta gerak jalan yang meninggal pada tahn 70an, digunakan nama piala untuk mengenang semangatnya. Gerak jalan tahunan ini dimulai dari alun-alun Kecamatan Tangul dan berakhir di titik nol Jember yakni alun-alun Jember. Jarak yang ditempuh peserta 33 kilometer.  Gerak jalan ini setiap tahunnya memang menyedot ribuan peserta. Pesertanya selalu di atas 10 ribu orang. Karena namanya gerak jalan, tidak ada kostum pakem dalam acara itu. Peserta yang tak kurang dari 15 ribu orang setiap tahunnya ini diberangkatkan secara bergantian mulai mulai jam 13.30 hingga 17.00 dari alun-alun Tanggul. Biasanya peserta sampai sa...

Bahasa

Gambar
Bahasa Fenomena Bahasa di Kota Jember: Dampak Akulturasi Bahasa Jawa dan Madura Melahirkan Kosakata Bahasa Baru di Kota Jember Percampuran Bahasa Yang Biasa Digunakan Warga Jember Indonesia saat ini telah melampaui banyak cobaan di dalam pergoncangan arus globalisasi, termasuk dalam mempertahankan keeksistensian bahasa nasional itu sendiri. Penggunaan bahasa di Indonesia saat ini mengalami percampuran baik bahasa nasional, internasional, maupun bahasa antardaerah. Negara ini kaya akan ragam budaya, suku, etnis, ras, serta bahasa sehingga akan merentan kemurnian bahasa karena peristiwa  percampuran bahasa yang tidak terkontrol tersebut. Terlebih pada fenomena  percampuran bahasa antardaerah. Misalnya di Kota Jember, mayoritas penduduknya adalah suku Jawa dan Madura. Sebenarnya percampuran bahasa ini adalah suatu bentuk  bahasa baru yang digunakan untuk mengidentifikasi identitas suatu daerah sehingga  perlu dilestarikan karena keunikannya tersebut. Namun, ...